Judul
|
:
|
Becoming
|
Penulis
|
:
|
Michelle Obama
|
Penerbit
|
:
|
Naura Books ( PT. Mizan Publika)
|
Jumlah Halaman
|
:
|
557
|
Panjang
|
:
|
23 cm
|
Lebar
|
:
|
15 cm
|
Cetakan
|
:
|
I
|
Tanggal Terbit
|
:
|
Februari - 2019
|
Kategori
|
:
|
Biografi
|
Pada tahun 2018 sampai awal tahun 2019, buku ini merupakan buku yang paling banyak diperbincangkan di Amerika Serikat. Seorang Ibu Negara yang menjabat selama dua periode dan telah purna tugas, dikenal dengan reputasi yang baik, kemudian menulis sendiri buku biografinya, bagaimana mungkin bukunya tidak menarik banyak perhatian bukan?
Ketika mengingat Michelle Obama, sosok lain yang pasti kita ingat adalah sosok Barrack Obama. Karir politik dan reputasinya yang baik pada saat menjadi anggota senat AS menjadikannya kandidat presiden yang sangat populer, sampai beberapa buku biografinya yang dijual di Indonesia pada waktu itu menarik banyak perhatian, karena adanya fakta bahwa ia pernah tinggal di Indonesia dan punya adik tiri berdarah Indonesia. Apalagi setelah Barrack Obama menjadi presiden berkulit hitam pertama di AS, dan diikuti dengan kinerjanya yang dianggap baik dan disukai oleh sebagian besar penduduk AS sampai terpilih sebagai presiden pada periode berikutnya. Sehingga masyarakat Indonesia pun mengenal Barrack Obama dengan baik melalui media.
Jika kita melihat sosok Barrack Obama sebagai sosok yang cerdas, berkharisma, dan ramah, Michelle Obama adalah sosok Ibu Negara yang mampu mengimbangi sosok Barrack Obama dengan baik. Kita mengenal Michelle Obama sekilas melalui media ketika menjadi Ibu Negara selama 8 tahun sebagai wanita yang cerdas, anggun, dan berkharisma. Bahasa tubuh dan gaya berbusananya membuat ia selalu terlihat anggun di berbagai kesempatan. Dengan buku yang ditulisnya sendiri, Michelle Obama membagikan kehidupannya dari kecil hingga dewasa, sampai ketika menjalankan tugasnya menjadi Ibu Negara AS. Dengan membaca buku ini, kita jadi mengenal lebih dekat bagaimana sosok Michelle Obama sebenarnya.
Buku Becoming dibagi menjadi tiga bagian, bagian pertama adalah Becoming Me, yang bercerita tentang kehidupan Michelle Obama sewaktu kecil bersama keluarganya. Bagian kedua adalah Becoming Us, yang bercerita tentang pertemuannya dengan Barrack Obama hingga akhirnya menikah, dan bagian ketiga yaitu Becoming More tentang kehidupan ketika anak-anaknya lahir hingga naiknya karir politik Barrack Obama, hingga akhirnya ia menjadi Ibu Negara AS selama dua periode.
Cerita dalam buku ini dimulai dari keadaan keluarga dan tempat tinggal ketika Michelle Obama kecil di daerah Chichago Selatan. Michelle Obama berasal dari keluarga yang sangat sederhana, ia anak kedua dari dua bersaudara dimana usia dengan kakaknya laki-lakinya terpaut kurang dari 2 tahun, ayahnya seorang pegawai kota, dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Keluarganya tinggal di sebuah bungalo kecil di lantai dua, dimana lantai pertama ditinggali oleh nenek dan kakeknya yang merupakan bibi dan paman dari ibunya. Meskipun hidup dengan sederhana, orang tua Michelle mendukung penuh terhadap pendidikan anak-anaknya. Michelle mengatakan bahwa ia merupakan anak yang cukup pintar di sekolah dan cukup berambisi untuk mendapatkan nilai yang baik, meskipun waktu itu ia belum memiliki cita-cita atau passion yang ingin dicapainya.
Michelle Obama berhasil masuk di Universitas Princeton mengambil jurusan Sosiologi dan menjadi satu-satunya mahasiswa kulit hitam di kelasnya. Kemudian ia mengikuti passion yang dirasakannya pada waktu itu untuk masuk Fakultas Hukum di Universitas Harvard. Setelah lulus, ia berkerja di sebuah firma hukum yang akhirnya menjadi tempat pertama bertemu dengan Barrack Obama.
Pertemuan dengan Barrack Obama yang cukup sering, memberi kesempatan mereka untuk mengobrol banyak hal hingga menjadi lebih dekat. Michelle menggambarkan sosok Barrack Obama sebagai Unicorn, sosok yang teramat unik dan istimewa dalam banyak hal. Sosok Barrack Obama yang dikenalnya seorang yang sangat cerdas, dengan pemikiran sangat unik, nama yang unik, dan merupakan entitas yang tak mudah ditentukan. Bagian cerita tentang Michelle dan Barrack Obama dalam buku ini juga menarik untuk dibaca.
Tidak hanya tentang kehidupan Michelle Obama, dalam buku ini juga diceritakan tentang sosok Barrack Obama yang tidak banyak diketahui atau mungkin yang tidak dituliskan dalam buku biografi Barrack Obama sendiri. Selain itu, dalam buku ini juga diceritakan banyak hal sejarah dan politik yang menarik di AS sejak Michelle Obama kecil hingga akhirnya menjadi Ibu Negara. Salah satunya tentang rasisme terhadap ras kulit hitam yang dirasakan pada masa kehidupan kakek, orang tua, dan Michelle sendiri. Tidak sampai disitu, banyak hal menarik lainnya yang dibagikan ketika ia menjadi Ibu Negara, misalnya tentang gedung putih yang ternyata memiliki ruangan kedap suara yang sangat baik, sampai suara baling-baling helikopter yang mendarat di sekitar gedung tidak terdengar. Serta kode panggilan unik untuk Barrack Obama, Michelle, dan anak-anaknya yang diberikan oleh pasukan pengamanan presiden AS sebagai bagian dari prosedur pengamanan.
Selain mengenal Michelle Obama lebih dekat dari cerita yang ditulisnya, bagaimana cara ia menuliskan cerita tentang dirinya sendiri juga menarik untuk dicermati. 😊
Ketika mengingat Michelle Obama, sosok lain yang pasti kita ingat adalah sosok Barrack Obama. Karir politik dan reputasinya yang baik pada saat menjadi anggota senat AS menjadikannya kandidat presiden yang sangat populer, sampai beberapa buku biografinya yang dijual di Indonesia pada waktu itu menarik banyak perhatian, karena adanya fakta bahwa ia pernah tinggal di Indonesia dan punya adik tiri berdarah Indonesia. Apalagi setelah Barrack Obama menjadi presiden berkulit hitam pertama di AS, dan diikuti dengan kinerjanya yang dianggap baik dan disukai oleh sebagian besar penduduk AS sampai terpilih sebagai presiden pada periode berikutnya. Sehingga masyarakat Indonesia pun mengenal Barrack Obama dengan baik melalui media.
Jika kita melihat sosok Barrack Obama sebagai sosok yang cerdas, berkharisma, dan ramah, Michelle Obama adalah sosok Ibu Negara yang mampu mengimbangi sosok Barrack Obama dengan baik. Kita mengenal Michelle Obama sekilas melalui media ketika menjadi Ibu Negara selama 8 tahun sebagai wanita yang cerdas, anggun, dan berkharisma. Bahasa tubuh dan gaya berbusananya membuat ia selalu terlihat anggun di berbagai kesempatan. Dengan buku yang ditulisnya sendiri, Michelle Obama membagikan kehidupannya dari kecil hingga dewasa, sampai ketika menjalankan tugasnya menjadi Ibu Negara AS. Dengan membaca buku ini, kita jadi mengenal lebih dekat bagaimana sosok Michelle Obama sebenarnya.
Buku Becoming dibagi menjadi tiga bagian, bagian pertama adalah Becoming Me, yang bercerita tentang kehidupan Michelle Obama sewaktu kecil bersama keluarganya. Bagian kedua adalah Becoming Us, yang bercerita tentang pertemuannya dengan Barrack Obama hingga akhirnya menikah, dan bagian ketiga yaitu Becoming More tentang kehidupan ketika anak-anaknya lahir hingga naiknya karir politik Barrack Obama, hingga akhirnya ia menjadi Ibu Negara AS selama dua periode.
Cerita dalam buku ini dimulai dari keadaan keluarga dan tempat tinggal ketika Michelle Obama kecil di daerah Chichago Selatan. Michelle Obama berasal dari keluarga yang sangat sederhana, ia anak kedua dari dua bersaudara dimana usia dengan kakaknya laki-lakinya terpaut kurang dari 2 tahun, ayahnya seorang pegawai kota, dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Keluarganya tinggal di sebuah bungalo kecil di lantai dua, dimana lantai pertama ditinggali oleh nenek dan kakeknya yang merupakan bibi dan paman dari ibunya. Meskipun hidup dengan sederhana, orang tua Michelle mendukung penuh terhadap pendidikan anak-anaknya. Michelle mengatakan bahwa ia merupakan anak yang cukup pintar di sekolah dan cukup berambisi untuk mendapatkan nilai yang baik, meskipun waktu itu ia belum memiliki cita-cita atau passion yang ingin dicapainya.
Michelle Obama berhasil masuk di Universitas Princeton mengambil jurusan Sosiologi dan menjadi satu-satunya mahasiswa kulit hitam di kelasnya. Kemudian ia mengikuti passion yang dirasakannya pada waktu itu untuk masuk Fakultas Hukum di Universitas Harvard. Setelah lulus, ia berkerja di sebuah firma hukum yang akhirnya menjadi tempat pertama bertemu dengan Barrack Obama.
Pertemuan dengan Barrack Obama yang cukup sering, memberi kesempatan mereka untuk mengobrol banyak hal hingga menjadi lebih dekat. Michelle menggambarkan sosok Barrack Obama sebagai Unicorn, sosok yang teramat unik dan istimewa dalam banyak hal. Sosok Barrack Obama yang dikenalnya seorang yang sangat cerdas, dengan pemikiran sangat unik, nama yang unik, dan merupakan entitas yang tak mudah ditentukan. Bagian cerita tentang Michelle dan Barrack Obama dalam buku ini juga menarik untuk dibaca.
Tidak hanya tentang kehidupan Michelle Obama, dalam buku ini juga diceritakan tentang sosok Barrack Obama yang tidak banyak diketahui atau mungkin yang tidak dituliskan dalam buku biografi Barrack Obama sendiri. Selain itu, dalam buku ini juga diceritakan banyak hal sejarah dan politik yang menarik di AS sejak Michelle Obama kecil hingga akhirnya menjadi Ibu Negara. Salah satunya tentang rasisme terhadap ras kulit hitam yang dirasakan pada masa kehidupan kakek, orang tua, dan Michelle sendiri. Tidak sampai disitu, banyak hal menarik lainnya yang dibagikan ketika ia menjadi Ibu Negara, misalnya tentang gedung putih yang ternyata memiliki ruangan kedap suara yang sangat baik, sampai suara baling-baling helikopter yang mendarat di sekitar gedung tidak terdengar. Serta kode panggilan unik untuk Barrack Obama, Michelle, dan anak-anaknya yang diberikan oleh pasukan pengamanan presiden AS sebagai bagian dari prosedur pengamanan.
Selain mengenal Michelle Obama lebih dekat dari cerita yang ditulisnya, bagaimana cara ia menuliskan cerita tentang dirinya sendiri juga menarik untuk dicermati. 😊


Comments